MUARASABAK - Demam berdarah dengue alias DBD masih mengancam warga Nipah Panjang Tanjab Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten menghimbau masyarakat mewaspadai terjangkitnya DBD. Apalagi pemukiman penduduk Kabupaten Tanjab Timur sebagian besar berada di daerah pesisir pantai yang sangat rentan dengan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjab Timur, Thamrin Madjid, kemarin mengungkapkan, dari 11 kecamatan di Kabupaten Tanjab Timur, salah satunya sudah ditetapkan sebagai daerah endemi penyakit DBD. Kecamatan itu adalah Nipah Panjang. “Kecamatan yang kita tetapkan sebagai daerah endemik DBD yaitu Kecamatan Nipah Panjang,”ungkapnya.Menurut Thamrin, warga Nipah Panjang memang sangat rentan dan sering ditemukan penderita penyakit DBD. Selain dikarenakan pemukiman penduduk yang relatif padat, juga kebanyakan warganya bermukim di daerah pinggir-pinggir laut.
“Bagi yang tingal di daerah pinggir sungai maupun pinggir laut, sudah barang tentu akan banyak berhubungan dengan nyamuk. Dan nyamuk tersebut juga sangat cepat berkembang di daerah perairan. Apalagi, airnya yang pasang surut tentu akan kotor,” katanya.
Langkah yang diambil, lanjut Thamrin, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjab Timur melalui puskesmas setempat sudah menyediakan atau menyiapkan obat-obat DBD. Bagi yang terjangkit demam tersebut, diharapkan untuk cepat berobat ke puskesmas setempat. “Di puskesmas-puskesmas sudah tentu kita siapkan obatnya. Apalagi, seperti Kecamatan Nipah Panjang yang sudah ditetapkan sebagai daerah endemi DBD,” terangnya.
Di wilayah endemi DBD, harus dilakukan pembersihan secara rutin. Terutama kebersihan lingkungan sekitar rumah warga yang bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya sarang nyamuk atau jentik-jentik nyamuk. “Seperti fogging (pengasapan) yang dilakukan secara rutin. Membersihkan lingkungan secara gotong royong juga harus dilakukan secara rutin,” tandasnya.
Sumber :http://www.jambiekspres.co.id





